Mini Art Market

4–6 November 2026

Wantilan Ubud, Bali

I Ketut Bagia Yasa (b. 1992, Ubud, Bali) is a contemporary artist from Ubud whose multidisciplinary practice explores the meeting point between Balinese cultural traditions and a contemporary visual language.

Working primarily with acrylic on canvas, Bagia creates paintings deeply rooted in the customs, rituals, and everyday life of Bali, particularly those of Ubud and its surrounding communities. Having grown up in Ubud, these traditions have been an integral part of his life from an early age, naturally becoming an important foundation of his artistic practice. He graduated from the Indonesian Institute of the Arts (ISI) Bali.

Bagia’s paintings draw from the rich tapestry of Balinese Hindu life, depicting moments and rituals such as ngiring, melasti, tajen, kecak, odalan, and ngaben, as well as other ceremonial and communal practices. Rather than simply documenting these traditions, he interprets them through his own perspective, capturing the human gestures, emotions, and connections within them.

His artistic journey continues to develop from his intimate studio, Bagia Art Space. Through his vibrant and expressive works, Bagia celebrates the enduring presence of Balinese customs and traditions while offering a contemporary reflection on community, balance, and everyday life. At the heart of his practice is a simple invitation: to begin each day with a smile, sincerity, and a sense of gratitude, while finding harmony between individual life and the traditions that connect us.

Bahasa Indonesia

I Ketut Bagia Yasa (lahir 1992, Ubud, Bali) adalah salah satu seniman kontemporer asli Ubud yang praktik multidisiplinernya menjembatani estetika tradisi Bali dengan perspektif kontemporer.

Berfokus pada media kanvas yang dikombinasikan dengan cat akrilik, Bagia mengembangkan dan memvisualisasikan karya berupa lukisan yang berakar pada tradisi dan adat Bali khususnya di daerah Ubud.

Ketut Bagia sebagai salah satu seniman yang berakar dan bertumbuh di Ubud, adat dan tradisi sudah mendarah daging sejak dini pada dirinya. Ketut Bagia merupakan lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.

Karya yang dikembangkan oleh Ketut Bagia sangat melekat dengan adat dan tradisi masyarakat Bali khususnya kehidupan Hindu Bali seperti momen ngiring, melasti, tajen, kecak, odalan, ngaben dan beberapa momen upacara adat lainnya.

Perjalanan artistik Ketut Bagia semua dituangkan di mini studio yang dinamakan Bagia Art Space. Melalui karya seninya yang menonjolkan adat dan tradisi, Ketut Bagia mengajak kita untuk selalu mengawali sesuatu dengan senyuman dan rasa tulus ikhlas serta bagaiamana menyeimbangkan kehidupan bermasyarakat dengan adat dan tradisi.

Instagram

EXPLORE OTHER ARTISTS