Mini Art Market

4–6 November 2026

Wantilan Ubud, Bali

Agung Dewi Monalisa

Gusti Agung Dewi Monalisa (b. 1983), known as Monalisa, is a Ubud-born artist who grew up in a family of artists. Her uncles and aunts— I Gusti Agung Wiranata, Ni Gusti Agung Galuh, and I Gusti Agung Kepakisan—were all proponents of the painting style associated with Walter Spies, which has had a lasting influence on her artistic practice. Monalisa draws inspiration from Spies’ approach, reinterpreting its methods through her own artistic language.

Her paintings often feature a distinctive composition, with newly planted rice fields or farmers at work occupying the foreground. In the middle ground, a solitary figure stands before his hut, gazing across the lush fields. Beyond, rolling hills, vibrant trees, and a serene golden sky unfold, creating an evocative and harmonious landscape.

Although Monalisa’s paintings are highly sought after at art auctions, she has had limited opportunities to exhibit her work publicly. She instead finds solace in her studio in Ubud, where she devotes her spare time to painting landscapes that hold deep personal meaning. Drawing from imagination and cherished memories, she imbues her paintings with a sense of reverence, warmth, and joy.

While her work is rooted in the tradition of the Ubud painting style, Monalisa seeks to push its boundaries by introducing her own distinctive character and a vibrant palette. The result is a fresh and spirited interpretation of the Ubud style—one that remains connected to its heritage while reflecting her personal vision.

Monalisa’s artistic journey is defined by her dedication to exploring and reimagining the familiar visual language of Ubud painting, infusing it with her personal perspective and a palette that radiates vitality and optimism. Through her work, she invites us into an imaginative world shaped by memory, beauty, and a deep connection to the landscapes of Ubud. (text by Futuwonder)

 

Bahasa Indonesia

Gusti Agung Dewi Monalisa (b. 1983) atau Monalisa adalah seniman asal Ubud yang tumbuh dalam keluarga seniman. Paman dan bibinya, I Gusti Agung Wiranata, Ni Gusti Agung Galuh, dan I Gusti Agung Kepakisan, semuanya adalah pendukung gaya lukisan Walter Spies yang memberi pengaruh dalam kekaryaannya. Monalisa mengambil inspirasi dari metode Walter Spies dan memasukkannya ke dalam karyanya sendiri. Lukisannya sering menampilkan latar depan yang khas yang terdiri dari sawah yang baru ditanam atau buruh yang sedang bekerja. Lantai tengah menampilkan seorang pria berdiri di depan gubuknya, pandangannya diarahkan ke sawah yang subur. Latar belakangnya meliputi perbukitan, pepohonan yang semarak, dan langit keemasan yang tenang, menciptakan lanskap yang menawan.

Meskipun karya lukis Monalisa banyak dicari dalam lelang seni, dia memiliki kesempatan terbatas untuk memamerkan kreasinya di depan umum. Meskipun demikian, dia menemukan penghiburan di studionya di Ubud, di mana dia mencurahkan waktu luangnya untuk melukis lanskap yang memiliki makna pribadi yang dalam. Menggambar dari imajinasi dan ingatannya yang berharga, Monalisa menanamkan karya-karyanya dengan rasa pemujaan dan kegembiraan. Sementara karya seninya diasosiasikan dengan gaya Ubud tradisional, ia ingin membuat terobosan baru dengan menanamkan karakternya sendiri dan memperkenalkan warna-warna cerah, menciptakan interpretasi gaya Ubud yang unik dan membangkitkan semangat.

Perjalanan artistik Gusti Agung Dewi Monalisa ditandai dengan dedikasinya untuk mengeksplorasi dan menata ulang gaya Ubud yang sudah dikenal, memadukannya dengan visi pribadinya dan palet yang memancarkan semangat dan kepositifan. Melalui karya seninya, dia mengajak kita untuk membenamkan diri dalam dunia imajinatifnya, mengalami keindahan dan vitalitas yang dia wujudkan dalam lanskapnya. (Dikutip dari Futuwonder)

Instagram

EXPLORE OTHER ARTISTS